Minggu, 21 Oktober 2012

Jumlah Nasrani di Uni Emirat Arab sangat pesat

 

 

Buka Situs Gereja,Emirat Arab Dituding Dukung Kristenisasi

ABU DHABI (voa-islam.com): Emirates telah membuka untuk para pengunjung satu-satunya tengara arkeologi Kristen di wilayahnya, yaitu sebuah biara dari Gereja Syria Timur berasal dari abad ketujuh Masehi.

Situs ini ditemukan pada tahun 1992 kepulauan Sir Bani Yas di lepas pantai barat Emirat Abu Dhabi, dan dikelola oleh proyek Kepulauan Gurun menginduk kepada "Perusahaan Pengembangan dan Investasi Pariwisata",yang bertujuan menjadikan pulau dengan luas 87 km persegi tersebut sebagai tujuan wisata lingkungan dan budaya. Pulau ini memiliki arkeologi lain yaitu tapak kaki yang menunjukkan bahwa manusia telah mendiami tempat tersebut sejak ribuan tahun yang lalu.

Kantor berita UEA mengutip dari Sultan Alu Nahyan, Ketua Dewan Direksi Perusahaan Pembangunan dan Investasi Pariwisata di Emirat Abu Dhabi mengatakan: "Kami bangga dengan warisan dan inilah yang mendorong kami untuk memfokuskan upaya pada pembentukan tujuan wisata terintegrasi yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati alam natural dan satwa liar di pulau Sir Bani Yas, sambil menjamin perlindungan monumen bersejarah dan situs arkeologi dan melestarikan mereka".

Dan bertindak dalam penggalian di lokasi adalah tim ahli arkeolog yang dipimpin oleh Joseph Alderz yang bertanggung jawab atas arkeologi dari gereja Anglikan. Arkeolog percaya bahwa pulau Sir Bani Yas telah didiami selama lebih dari 7500 tahun dan ditemukan sejauh ini di lebih dari 36 situs arkeologi.

Kristenisasi di Uni Emirat Arab:

Beberapa studi menunjukkan bahwa 50 ribu orang Kristen tinggal di Uni Emirat Arab, dan bahwa Kristenisasi disana lebih aktif daripada di negara-negara Teluk lain, dimana kerajaan telah mendukung pembangunan gereja-gereja, rumah sakit dan sekolah bagi mereka.

Aktivitas Penginjil di Emirates diperankan oleh(Misi Serikat Injili), yang telah membentuk sebuah kamar rumah sakit dengan kapasitas 40 tempat tidur di (El-'Ein) bekerjasama dengan (Abu Dhabi) dalam pembentukan sebuah pusat aktivitas misionaris, dan rumah sakit membagi-bagikan cetakan kristenisasi kepada pasien rawat jalan dan rawat inap, dan para misionaris di sana memiliki perpustakaan, ruang pertemuan dan klinik yang dikelola oleh para misionaris di (Fujairah) dan (Shariqah) - telah ditutup - juga di (Buraimi) dan sekolah (Abu Dhabi).

Dan saat ini mereka memiliki lebih dari (800) siswa yang belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris, di antaranya sekitar (30) berasal dari India dan Pakistan, dan di (Abu Dhabi) ada toko buku dan perpustakaan Kristen dan kegiatan lainnya.

Para pengikut gereja-gereja di Uni Emirat Arab adalah:
- dua gereja Protestan satunya: di (Abu Dhabi) dan yang kedua di (Dubai) dan memiliki beberapa kelompok tersebar dijalankan oleh beberapa pendeta,katanya sejumlah kaum Muslimin telah menjadi Kristen di sana.

- Tiga gereja dengan bangunan baru milik gereja Katolik, dan jumlah pengikutnya kira-kira 16000.
- Dua kelompok pengikut Gereja Ortodoks Suriah, Gereja terbesar di (Abu Dhabi), dan yang paling kecil di (Dubai).

Dari jumlah besar gereja dan pengikut mereka menunjukkan bagaimana aktivitas yang dilakukan para misionaris di negeri-negeri Islam dengan catatan seluruh jumlah penduduk di Teluk, dan tampaknya bahwa rasio di atas beberapa tahun sebelumnya setidaknya sebelum Perang Teluk, tetapi setelah Perang Teluk jangan ditanya bagaimana bertambahnya semangat misionaris untuk mengisi Setiap lubang di negara-negara Teluk, untuk mengisinya dengan propaganda dan kristenisasi mereka yang menjengkelkan terhadap doktrin-doktrin sesat Barat, dan antusiasme beberapa pemuda dan pemudi untuk bekerja dengan mereka dan kaum Kristen senang dengan itu, hingga mereka dijadikan propaganda untuk menarik bagi orang lain.

sumber:
http://www.voa-islam.com/news/world-world/2010/12/13/12263/buka-situs-gerejaemirat-arab-dituding-dukung-kristenisasi/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar